Jemariku Bercerita
Ketika jemariku merasakan cinta..
raut senduku tak lagi terlihat..
bayangan manis mulai bercerita..
seakan lupa dengan air mata..
raut senduku tak lagi terlihat..
bayangan manis mulai bercerita..
seakan lupa dengan air mata..
Ketika jemariku bercinta..
kesetiaannya bagaikan sebuah pohon pada tanahnya..
tetap kokoh berdiri walaupun diterjang cuaca..
bahkan semakin kuat dimakan masa..
kesetiaannya bagaikan sebuah pohon pada tanahnya..
tetap kokoh berdiri walaupun diterjang cuaca..
bahkan semakin kuat dimakan masa..
Jemariku berkata..
Cinta itu bagaikan desah suara..
yang tak pernah mengharap jawaban..
tetapi hanya dikirimkan ke satu arah..
Cinta itu bagaikan desah suara..
yang tak pernah mengharap jawaban..
tetapi hanya dikirimkan ke satu arah..
Jemariku juga bercerita..
Cinta itu tidak buta..
tapi hanya melumpuhkan logika..
Cinta juga merupakan misteri..
tak seorang pun yang tau sebab dan akhirnya..
Cinta itu tidak buta..
tapi hanya melumpuhkan logika..
Cinta juga merupakan misteri..
tak seorang pun yang tau sebab dan akhirnya..
puisi itu aku tujukan buat 'secret admirer' ku :) wkwkwk *abaikan, sekian :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar